Pertanyaan Ratih

image

(Ilustration by Kania)

Ratih, gadis itu menatap sang malam tanpa bulan. Hanya satu bintang paling terang. Sendirian.
Kemudian Ratih bersenandung kecil, berharap satu cinta akan menyahut.
Wahai malamku yang satu dengan jutaan mata menatapnya.
Kau mengerti aku sendiri sama seperti dikau. Satu bintang itu mengisi kesendirianku sama seperti daku.
Ibaratkanlah bintang itu adalah penerang malam kelamku. Dan benda itu adalah satu anak manusia yang aku ragukan.
Malamku
Aku mengerti kau percaya.
Namun aku tak percaya bahwa kau mengerti.
Kau tak benar paham betul apa yang aku inginkan selain satu bintang yang menerangi malamku. Aku butuh kepastian dari penerangan itu.
Apakah terangnya hanya untukku atau satu diantara miliyaran manusia yang menatapnya.
Aku tak yakin.
Sehingga itu aku pertanyakan, duhai malam yang menitikan satu bintang.
Malamku tak setentram bintang paling terang itu.
Kanvas tak terhingga itu sebagai tempatku melukis wajahmu dalam mataku pagi itu.
Aku tahu ini hanyalah satu kisah sesaat. Namun, bolehkah aku menyusun secercah harapan yang kemungkinan agung akan aku hancurkan seorang?
Jiwaku tak tenang kembali bila mengingat wajahmu.
Ketenangan malamku terselip harapan untuk mengenalmu.
Tanyaku adalah…
Apakah aku harus melanjutkan malamku dengan satu bintang itu, ataukah berhenti dengan kenyataan bahwa aku, Ratih, seorang gadis yang tidak akan pernah memiliki bintang itu untuk malam-malam mendatang.
Satu aku ketahui…
Aku lelah…
Ratih menutup jendelanya. Menatap langit kamarnya, bintang itu nyata di atasnya. Yaitu seponggoh lentera malam teman sejatinya. Bukan bintang paling terang itu. Bahkan ia percaya, itu sulit digapainya.
Namun, sisi lainnya berucap.
Ratihku, kau pasti bisa.
Sehingga kau lelah untuk malam ini. Malam berikutnya kau cahaya itu bersatu…
Ratih, memejamkan matanya sampai. Yang ia lukiskan tadi kini menyambutnya di alam mimpi terindah. Menjatuhkannya untuk tetap tinggal…

Kisah Ratih ini bisa jadi berlanjut. Bersama langkah…

Del-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s