[4R1A] Four Rifle, One Audicible

Diikutkan Dalam Lomba Cerpen ‘The Chronicles of Audy: 4/4’

image

Kau tahu bukan pribahasa menyelam sambil minum air?  Memang betul sekali kenyataan yang di alami seorang Audy. Ia di terima sebagai salah seorang detektif dan masuk dalam anggota tim detektif paling fenomenal, yaitu 4R Brothers. Namun, kenyataannya terbalik hingga 360 derajat, karena ia bukan menjadi seorang detektif melainkan pembantu yang melayani keempat saudara itu. Betul, Audy sedang menyelam hingga tersedak saat minum airnya. Kini yang ia lakukan hanyalah mendengarkan kasus-kasus yang di tangani keempat detektif yang memiliki sifat dan kemampuan yang berbeda-beda.
Tidak untuk malam ini. Biasanya Audy hanya mengantarkan minuman para detektif muda di ruang bawah tanah mereka, tapi sekarang ia di suruh langsung oleh Regan, kakak pertama sekaligus ketua tim 4R.
“Aku masih tidak mengerti mengapa kepala reserse kriminalitas membawamu pada kami.” Cetus Regan.
Sedangkan ketiga adiknya hanya menatap Audy dengan tajam. Yang di tatap mulai risih di tengah keluarga yang di dominasi kaum adam ini.
“Tapi, kak. Tidak ada salahnya bukan kita libatkan dia dalam kasus perampokan bank ini?” Usul Rafael, bocah kecil yang memiliki indra keenam sebagai kemampuan paling kentara untuk memecahkan segala kasus.
“Apa kau masih berniat untuk menjadi detektif?” Tanya Romeo sambil menggaruk kepalanya yang terasa gatal karena sudah hampir sebulan ia tidak mencuci rambut gondrongnya. Terlalu sibuk di depan layar komputer, untuk memecahkan kode-kode rahasia kejahatan.
Tapi, bagaimana mungkin setelah sekian lama mendekam di rumah ini Audy kembali bergairah untuk menjadi seorang detektif. Sepertinya, ia mulai nyaman sebagai pembantu di keluarga kecil ini. Namun…
“Silakan, kau baca seluruh artikel itu. Jika kau mengerti terangkan pada kami.” Ujar Rex dingin nyaris tanpa ekspresi seraya memberikan beberapa lembar kertas pada Audy yang duduk di sampingnya.
Audy melihat secarik demi carik sambil meneliti tulisan yang begitu banyak dalam artikel itu.
Sedangkan Romeo yang duduk di samping Rafael berbisik. “Apa kita akan menemukan titik terang dari Audy?”
“Sepertinya begitu. Aku begitu penasaran dengan kemampuannya. Karena, selama ini Audy merawat kita sangat baik. Aku jadi heran, ia sekolah akademi kepolisian atau sekolah perawat rumah tangga.”
Audy mulai mengangkat kepalanya dan melihat keempat detektif yang sangat digandrungi memiliki banyak penggemar. “Seperti yang ada di berita dan forum berita internet bahwa saat kejadian adanya pemadaman listrik untuk kecamatan di mana bank berada. Asumsiku adalah pemadaman listrik itu di sengaja oleh oknum pelaku.” Perjelas Audy.
“Jadi, kau bisa meyakini pemadaman listrik itu disengaja?” Tanya Regan meyakinkan.
“Sepertinya, aku bisa menerima asumsinya.” Imbuh Rex.
“Berarti kita butuh rekaman CCTV di lokasi gardu PLN untuk wilayah tersebut.” Sambut Romeo dan menekan keyboard laptopnya.
“Yang aku pikirkan sekarang. Kita harus membawa Audy ke TKP.” Usul Rafael.
Regan tersenyum simpul pada Audy. Jika Rafael sudah berbicara, ketiga kakaknya bisa apa? Naluri indra keenam Rafael selalu memuaskan mereka.

***

Dengan perasaan gelisah 4R dan Audy mulai melihat rekaman CCTV di laptop dalam pangkuan Romeo. Mata mereka tertuju pada tayangan yang menunjukan seorang pria berkacamata minus sedang mengotak-atik gardu PLN yang terlihat sepi pada malam hari. Saat pria berkacamata itu mendongakan kepalanya dengan cepat Romeo menjedanya.
“Bingo!” Pekik Regan.
Dan Rex langsung mengeluarkan beberapa lembar kertas dari tasnya. “Pria ini bernama Pratama berusia 26 tahun, pekerjaannya adalah penjaga gardu untuk wilayah kabupaten ini.” Rex membaca selembaran itu, ia sudah menyiapkan data pekerja PLN di kabupatennya.
“Baiklah, kita harus segara menangkapnya sebagai saksi. Karena, perasaanku mengatakan pria ini sudah berhenti kerja. Lebih cepat lebih baik sebelum kita kehilangan jejaknya.” Ucap Rafael dengan yakin.
“Audy kau bawa Rafael pulang. Aku, Romeo dan Rex akan menangkapnya sebagai saksi.” Suruh Regan di balik kemudinya.
Audy mengangguk kemudian turun dari mobil membawa Rafael menaiki taksi.
“Kasus rumit ini lebih cepat dari yang aku kira.” Ucap Rafael di dalam taksi. “Kurasa karena bantuanmu.”
“Tidak. Aku tidak merasa membantu apapun.” Kelah Audy.

***

Kasus perampokan bank tersebut selesai dengan penangkapan lima tersangka dan itu membawa Audy pada kasus pertamanya. Menurut 4R pemikiran Audy tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Kita akan menyambut keluarga baru.” Sambut Regan.
“Nama tim kita bukan 4R lagi.” Imbuh Romeo.
“4R1A (for-ar-wan-ei).” Gumam Rex.
“Regan, Romeo, Rex, Rafael dan Audy?” Tanya Rafael.
Rex menggeleng. “Four Rifle, One Audicible.”
Tawa mereka pecah dan Audy kini paham. Bahwa keluarga juga bisa di dapatkannya karena perjuangan. Seperti halnya perjuangan seorang Ibu hamil dan melahirkan anaknya. Bukankah itu butuh perjuangan untuk mendapatkan anggota keluarga baru?
“Seperti kata Heraclitus, perubahan adalah satu-satunya hal yang tetap. Sesuatu yang nggak bisa dihindari. Kita selamanya nggak bisa berkembang
kalau terus-terusan hidup di zona nyaman.” Ucap Rex menatap Audy.
“Dan seperti itu juga kita tidak bisa selamanya menjadi 4R.” Angguk Romeo mengiyakan.
“Sekali lagi. Selamat datang Audy Nagisa!” Regan bersorak riang.

End-

Iklan

2 thoughts on “[4R1A] Four Rifle, One Audicible

  1. Wah, ternyata Kakak punya banyak FF yg inspiratif n bnyk nilai moralnya jga. Bhkan tdk ada love line dlm FF ini.. Mirip drama Misaeng, hal yg paling menonjol adlh krja kerjasama antara angta tim. Love line antara sesama rekan kerja sebenarnya, jauh lebih mendebarkan, loh… Sperti dlm crta ini. Kalau dlm drama Misaeng, tokoh Jang Gu Rae sering dipandang sebela mata, kerjaannya di kantor jga hnya sekedar pembuat kopi bagi para atasan. Namun, ketika ia mendpat sebuah kesempatan utk ikut bereksperimen dgn yg lainnya, di situlah saat yg tepat baginya utk membuktikan potensi diri. Ia bekerja keras dan mendapat pengakuan. Ini adlh drama Misaeng versi cerpen detektif (soalnya Misaeng mengusung tema perkantoran). Drma Misaeng adlh drama yg sngt keren, drama yg bnar” realistis n anti klise, jga kaya akn nilai moral. Sebagian percakapan antara pemain mengandung kta” yg….. aku kehabisan kata utk menerangkan.. Mungkin jika Kakak memiliki sebuah kata yg positif dan cocok utk menyambungkan kalimat yg di atas, pinjamkan utkku ya? Ah, jangan lupa utk mengambil pujiannya utk cerita Kakak jga, krna drama Misaeng dan Cerpennya Kakak memiliki bnyk kesamaan yg patut utk dipuji.
    Boleh nggk, aku membwrikan masukan di sini, Kak Adel?
    Aku akan memulainya, ya.. Maaf jika ada yg terkesan menggurui atau ada bebrpa koreksi yg salah. Aku hnya berbagi, krna aku jga mendptkan bnyk kata” bijak dari Cerpennya Kakak Author.

    Pertama, aku ingin mengoreksi pnggnaan kta ‘di’ sbg prefiks (disambung)
    Ini contoh yg aku aku kutip dri ceritanya Kakak:

    – Kenyataan yg ‘di alami’ seorang Audy
    – Ia ‘di terima’ sebagai salah seorang detektif.
    Sebenarnya, ‘di’ di sini adalah imbuhan, bentuk terikat yg tidk dapat berdiri sendiri dan tidk memiliki makna bila tdk disatukan dgn kata lain (kata kerja pasif).
    Jadi, ‘di’ ditulis serangkaian dgn kata yg mengikutinya (kata kerja) :

    – Di tangani==> ditangani
    -Di suruh==> disuruh
    -Di tatap menjadi==> ditatap
    – Di dominasi==> didominasi
    -Di alami ==> dialami
    Tapi, aku suka gaya Kakak yg memisahkan ‘di’ dari kata yg merupakan keterangn tmpat seperti: di mana di sisi lain, dsb.

    Apa aku masih boleh melanjutkan lago, Kak?
    Perhatikan kalimat yg ku kutip dari crta di atas:
    – “Tapi, kak… tidak ada salahnya bukan kita libatkan dia dalam kasus perampokan bank ini?” Usul Rafael

    Hmm, Setiap kata sapaan yang ditujukan secara langsung pada lawan bicara si pengucap dialog harus diawali dengan huruf besar, misalnya pda kata ‘kak’ di atas yg sebaiknya mnggnkn hurf kpital pda awal kta. Selain itu, hutuf ‘u’ utk kata ‘usul’ jga mash mnggnkan hurf kecil. Jadi==>
    – “Tapi, Kak… tidak ada salahnya ‘kan, kita libatkan dia dalam kasus perampokan ini?” usul Rafael.
    Kakak liat perubahannya, kan? Ah, aku singkat kata ‘bukan’ menjadi ‘kan’, biar lbh efisien. Selain itu, aku mnngnkan tanda apostrof/penyingkat (‘)

    – “Jika kau mengerti terangkan pada kami.” Ujar Rex dingin
    – Sedangkan Romeo yg duduk di samping Rafael berbisik. “Apa kalian menemukan titik terang….dsb”

    Mksdku mengutip bebrpa bgian di atas agar penggunaan tanda bca sblm tnda petik tutup dibenahi lagi. Jika setelah dialog masih ada frase pelengkap sprti; tukak, tukas, pekik, ujar, kata, dll.. maka, gunakan tanda koma, lalu diikuti degn tanda petik tutup (“), baru lanjut lagi dgn frase pelengkap yg biasa disebut jga dgn dialog tag.
    Jadi, begini:
    – “Jika kau mengerti, terangkan pada kami,” ujar Rex dingin (ujar masih menggunkn huruf kecil, krna sblm tnda petik tutup adlh tanda koma. Itu juga berlaku utk tanda seru, dan tanda tanya:

    – “Binggo!” Pekik Rangan ==>
    – “Binggo!” pekik Rangan

    – “Apa kau masih utk menjadi detektif?” Tanya Romeo==>
    – “Apa kau masih menjadi detektif?” tanya Romeo

    Ok, kita selesaikan yg di atas dulu.
    – Sedangkan Romeo yg duduk di samping Rafael berbisik(,) “Apa kalian menemukan titik terang?”

    Frase (Rafael berbisik) pada kalimat di atas, merupakan frase pelengkap(dialog tag) yg mengawali dialog. Jadi, beri tanda koma dulu, baru spasi, lalu gunakan tanda petik buka dan isi dialognya.

    Kakak bisa mnangkap pnjlsanku yg agak samar ini, kan? Maaf jika ada kekeliruan atau menyinggung. Aku sangt menikmati FFnya Kakak. Aku tunggu FF yg sdang disusun itu, ya.. Aku suka FFnya Kakak yg tentg uang itu, serius.. Tpi blm dilanjutin, coz semalam lgsung ngantuk. Sbntr aku cari wktu, baru lanjut lagi. FF Kakak sngt keren, tpi sbnarnya org yg membuatnya jauh lbh keren. Btw, FF tentg uang itu, non fiksi ya? Ah, aku terpesona…

    Suka

    • Ini hanya fanfic karbit yang tokohnya kuambil dari novel . Suka banget sama masukanmu yang berguna banget. Jangan lupa kasih masukan juga yah untuk ceritaku yg lainnya. *maunya. Janji deh bakal kasih apa aja untuk pembaca setia kayak kamu. Asal jangan minta uang aja. Hhhaaa. 😀 selebihnya aku balas di msg fb yah^^ terimakasih Nia><

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s